Minggu, 22 Juli 2018

Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Gerak pada Manusia

Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Gerak pada Manusia

6 Cara Memelihara Kesehatan Rangka Tubuh Manusia


Anatomi tulang manusia merupakan aset tubuh yang harus di jaga dan di rawat sampai tua. Sebab rangka ini merupakan pondasi tubuh anda berdiri, bergerak, dan melakukan aktivitas. Dari mulai anda lahir, sampai tua nanti, rangka inilah yang akan menopang tubuh anda. pada tahap usia awal, seperti satu tahun dan sampai setelahnya, tulang masih dalam masa perkembangan dan penguatan. Sedangkan pada usia tua, massa tulang sudah tidak lagi baik dan kuat. Beberapa sel akan mulai berkurang.
Fungsi rangka manusia ini adalah untuk pelindung dan penjaga organ organ penting yang ada. Jadi ketika anda jatuh, yang pertama kali menghalau dan melindungi organ vital anda adalah tulang ini. Setelah tulang, barulah organ yang ada di bawahnya.
Bagian rangka tubuh manusia
Beberapa tulang rangka yang berguna untuk menjaga organ yang ada di bawahnya adalah :
  • Tulang tengkorak – Merupakan bagian yang paling krusial, sebab menjaga bagian tubuh yang paling penting. Yakni bagian bagian otak yang berguna untuk mengontrol semua pergerakan tubuh. Selain itu juga ada bagian alat indra, misalnya alat penglihatan (mata), alat pembau (hidung), alat penciuman (hidung), serta alat perasa (lidah)
  • Tulang ruas ruas leher – Merupakan tulang yang melindungi bagian leher tempat urat nadi. Bagian ini sangat krusial pula, sebab jika sampai terkeba gesekan yang mampu merobek pembuluh darah, orang tersebut tidak mampu bertahan lama. selain itu bagian tulang ruas leher ini juga menjaga keberadaan kerongkongan dan tenggorokan (baca : fungsi katup pangkal tenggorokan)
  • Tulang dada – Selain otak, bagian yang penting dan perlu di jaga adalah organ yang ada di dalam tulang dada. Terdapat jantung dan paru paru yang merupakan oknum paling penting dalam proses pernafasan dan alat alat pernafasan lainnya. Selain itu, juga terdapat saluran pencernaan yang berguna untuk memproses makanan yang masuk ke dalam perut. Kemudian hasilnya di gunakan untuk beraktivitas.
  • Tulang pinggul – Merupakan tulang yang berada di bagian bawah perut. Fungsinya untuk menjaga organ yang berperan dalam proses pencernaan. Selain itu juga terdapat organ organ yang berguna dalam proses reproduksi. Bagian ini penting dalam pembuatan keturunan
Selain menjaga organ organ penting, rangka tubuh juga berguna untuk membentuk tubuh seseorang. Misal anda bisa mengenali seseorang, meskipun hanya tampak punggungnya saja. Anda bertemu ibu yang sedang belanja di pasar. Sekilas hanya melihat punggung atau hanya dari samping saja. Namun anda yakin bahwa beliau adalah ibu anda. mengapa? Karena bentuk tubuh seseorang itu berbeda beda. Dan rangka inilah yang membentuk tubuh manusia yang berbeda beda.
Terkait pentingnya rangka sebagai alat penompang tubuh, maka tidak salah jika kita harus menjaga kesehatan rangka.
Berikut ini adalah beberapa cara memelihara kesehatan rangka tubuh manusia  :
1. Duduk dengan sikap yang baik
Sikap duduk yang baik adalah dengan duduk yang sedikit menyender pada kursi. Tegap dan lurus, letak bahu ke arah belakang. Anda tidak boleh condong ke kanan atau ke kiri. Juga tidak baik untuk terlalu maju ke depan atau pun menyender ke belakang. Hal ini jika di biasakan bisa membuat tulang anda bengkok. Usahakan paha untuk menempel pada wilayah kursi dan bagian pinggang menyentuh sandaran belakang kursi.
2. Berdiri dengan baik dan lurus
Jangan biasakan untuk berdiri dengan posisi lurus dan baik. Tidak hanya menyandar pada satu kaki saja, dan kaki yang lain di tekuk. Hal ini jika di biasakan akan terjadi gangguan pada lutut yang sering jadi tumpuan tersebut. Karena berat tubuh itu tidak bisa di topang hanya dengan satu kaki. Maka berdirilah dengan baik, bahu tegap, dan lurus. Ini bisa menjadi latihan untuk tulang anda agar tumbuh lurus.
3. Mengangkat beban semaksimalnya
Kadang kala, banyak orang memaksakan diri mengangkat beban lebih berat dari kesanggupannya. Hal ini bisa membuat tulang yang membawa beban terlalu berat tersebut lelah. Bahkan jika sudah parah bisa sampai patah. Jika memang berat, maka angkatlah menggunakan bahu kanan mu. Kemudian beralih pada bahu kiri jika sudah lelah. Cara ini bisa meminimalisir kelelahan pada punggung. Bisa saja dengan mengangkat beban sesuai dengan kemampuan tubuh. Jika memang belum selesai, bisa di ulangi lagi.
4. Biasakan aktivitas ‘berjemur’ kala pagi
Matahari pagi yang menyinari bumi memiliki zat yang bisa membantu produksi vitamin D. itulah mengapa anak kecil, atau bayi yang masih berusia beberapa bulan setelah mandi di ajak keluar panas panas untuk mencari vitamin D tersebut. Kelebihan dari vitamin D ini adalah membantu dalam penguatan tulang dan merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Maka bisa di simpulkan bahwa dengan berada di bawah terik matahari pada pukul 7 sampai 9 pagi menjadi salah satu trik merawat tulang anda untuk masa tua nanti
5. Berolahraga secara rutin
Salah satu cara mutlak yang bisa anda lakukan untuk benar benar membuat tulang anda sehat adalah dengan rutin melakukan olah raga. Hal ini bisa menjadikan tulang anda terbiasa dengan hal-hal berat. aktivitas olahraga ini juga mampu berguna untuk meningkatkan kecepatan penyerapan kalsium atau makanan tulang. Olahraga teratur juga mengurangi resiko terkena penyakit tulang dan dapat menjaga bagian bagian ginjal yang merupakan salah satu organ penting untuk membantu kesehatan tubuh saat usia dewasa nanti.
6. Makan makanan bergizi
Dalam rangka penguatan dan pemeliharaan tulang, tidak hanya menggunakan peran vitamin D. namun juga menggunakan makanan yang mengandung nutrisi lain. Misalnya kalsium dan mineral. Kedua zat ini terdapat pada bahan makanan yang sehat, seperti pada sayur mayur, air putih, dan buah buahan. Maka biasakanlah makan makanan tersebut agar gizi anda terpenuhi secara optimal. Beberapa makanan yang mengandung gizi tinggi ini adalah susu, keju, telur, yoghurt, ikan, kedelai, bayam, brokoli, buah buahan, dan lain sebagainya

Pentingnya Menjaga Kesehatan Tubuh

Untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit, kita harus tidak mengabaikan sedikitpun mengenai masalah menjaga kesehatan tubuh, banyak beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit pada usia dini.
Berikut adalah penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh :
  • Mencegah penyakit osteoporosis – Penyakit degeneratif yang paling sering menjumpai orang orang tua adalah penyakit osteoporosis. Penyakit ini berkenaan dengan keadaan tulang yang tidak sehat. Biasanya mereka yang menderita penyakit ini akan berjalan dengan membungkuk, semakin lama semakin pendek. Bahkan bisa sampai tidak bisa berjalan.
  • Melindungi dari flu tulang – Flu tulang merupakan penyakit yang mana tulang tidak bisa di gerakkan sebagaimana mestinya. Perawatan pasien ini memerlukan waktu yang cukup lama.
  • Tampil segar meskipun usia tidak muda – Tampil dengan bersemangat akan memberikan energi positif, baik untuk diri sendiri maupu orang lain. Kebiasaan menjaga tulang dan rangka anda dalam keadaan sehat, sama saja anda sedang berinvestasi untuk merawat diri anda di masa tua. Kebanyakan mereka yang menjaga kesehatan tulang cenderung memiliki kulit yang bagus dan cerah, wajah yang selalu berseri seri, dan tubuh yang sigap.
  • Mencegah resiko kifosis – Merupakan kelainan pada tulang punggung yang terlalu membungkuk ke belakang. Hal ini berkaitan karena punggung tidak lurus saat duduk, atau terlalu berat mengangkat beban. Untuk itu biasakanlah selalu duduk dalam posisi benar dan tegap
  • Mencegah resiko lordosis – Merupakan kelaianan tulang yang menyebabkan vertebrae atau tulang belakang membengkok ke arah depan. Hal ini di sebabkan karena tulang salah posisi duduk, atau terlalu membengkok ke depan. Sehingga posisinya ketika berdiri atau duduk jadi tidak baik. Untuk itulah di himbau agar selalu duduk dalam posisi dan sikap yang baik
  • Mencegah resiko skoliosis – Merupakan salah satu kelainan tulang yang menyebabkan tulang membengkok ke arah kanan atau kiri. Hal ini bisa terjadi karena pasien sudah terbiasa untuk duduk dalam posisi miring sebelah, entah kanan atau pun kiri. Selain itu, kebiasaan membawa beban yang terlalu berat pada salah satu sisi juga bisa menjadi penyebabnya. Untuk itu biasakan tubuh agar mengangkat beban dalam kondisi yang sama sama berat
Sumber: https://dosenbiologi.com/manusia/cara-memelihara-kesehatan-rangka-tubuh-manusia

Gangguan dan Kelainan Pada Sistem Gerak dan Upaya Mencegah serta Mengatasinya

Gangguan dan Kelainan Pada Sistem Gerak dan Upaya Mencegah serta Mengatasinya

6 Contoh Gangguan-gangguan (Kelainan dan Penyakit) pada Sistem Gerak| Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau kelainan. Kelainan pada sistem gerak dapat terjadi karena beberapa hal, seperti bawaan lahir, kekurangan vitamin, atau dapat juga akibat kecelakaan. Berikut adalah 10 contoh gangguan pada sistem gerak:
  • Hypophosphatemic Rickets. Hypophosphatemic Rickets merupakan gangguan dimana tulang menjadi terasa agak menyakitkan dan mudah bengkok karena darah mengandung kadar posfat rendah. Kelainan ini dapat dilihat secara kasat mata, yaitu terlihat dari kaki yang berbentuk seperti huruf O dan huruf X. Gangguan ini tergolong langka dan bersifat menurun melalui gen dominan yang dibawa oleh kromosom X. Tulang dalam pertumbuhannya  membutuhkan posfat, kekurangan posfat akan menyebabkan pertumbuhan pada tulang menjadi tidak sempurna. 

    Penurunan penyakit hypophosphatemic rickets
       
      Gejala penyakit hypophosphatemic rickets yaitu terjadinya pembengkokan pada lengan dan kelainan bentuk pada tulang lainnya, nyeri tulang, dan tubuh yang pendek. Tulang juga dapat menjadi lebih besar saat otot menempel pada ujung tulang sehingga dapat membatasi gerakan persendian. Gejala ini mulai nampak pada tahun pertama setelah kelahiran. Sebaiknya jika bayi menampakkan gejala tersebut orang tua tanggap dengan mengkonsultasikan kepada dokter, jika diperlukan untuk memastikan apakah gejala tersebut merupakan gejala dari penyakit hypophosphatemic rickets maka lakukan tes laboratorium, jika hasil menunjukkan bahwa kadar kalsium dalam darah normal namun kadar posfat rendah maka dapat dipastikan bahwa penyakit tersebut adalah hypophosphatemic rickets.  
       
    hypophosphatemic rickets
    Penderita penyakit hypophosphatemic rickets
       
      Cara mengobati penyakit hypophosphatemic rickets yaitu dengan meningkatkan kadar posfat di dalam darah, dimana akan meningkatkan bentuk tulang normal. Posfat bisa digunakan melalui mulut dan harus dikombinasikan dengan calcitriol (bentuk aktif dari vitamin D). Menggunakan Vitamin D tunggal tidak mencukupi. Jumlah posfat dan calcitriol harus disesuaikan dengan hati-hati karena pengobatan ini seringkali menyebabkan kalsium kadar tinggi di dalam darah, penumpukan kalsium pada jaringan ginjal, atau batu ginjal. Efek ini bisa membahayakan ginjal dan jaringan lain. 
       
    • OsteoporosisOsteoporosis adalah suatu keadaan di mana proses penghancuran tulang lebih cepat dibandingkan dengan proses pembentukan tulang. Akibatnya tulang menjadi keropos karena tulang kekurangan kalsium. Penyakit ini kebanyakan diderita oleh orang yang lanjut usia, terutama wanita. Penyakit Osteoporosis dibedakan menjadi lokal dan umum. Osteoporosis lokal dapat karena kelainan primer di tulang atau sekunder akibat imobilisasi  (kondisi keterbatasan gerak) anggota gerak dalam waktu yang lama. Osteoporosis umum dibagi menjadi osteoporosis umum primer dan sekunder. Osteoporosis primer tipe I dihubungkan pasca menopause, berkisar usia 50-75 tahun, untuk wanita penderita penyakit ini 6 hingga 8 kali lebih banyak dibandingkan pria, hal ini disebabkan karena kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun dan juga menurunnya penyerapan kalsium. Osteoporosis umum primer tipe II terjadi pada usia 75-85 tahun, penderita wanita dua kali lebih banyak daripada pria , hal ini disebabkan proses penuaan dan penurunan penyerapan kalsium. Osteoporosis umum sekunder dihubungkan dengan berbagai penyakit yang berakibat pada kelainan tulang, bisa diakibatkan penggunaan obat atau lainnya.  Penyakit osteoporosis dapat dicegah dengan memaksimalkan massa tulang selama usia pertumbuhan, hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan osteoporosis, rajin berolahraga, menerapkan gaya hidup sehat, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, tidak diet yang rendah kalsium. Untuk yang sudah mendapati usia menopause dianjurkan untuk olahraga, mengkonsumsi makan dan minuman yang banyak mengandung kalsium. Massa tulang dapat diukur dengan keakuratan mencapai 88-99% menggunakan "Bone Densitometer". Untuk pengobatan osteoporosis, carilah pengobatan yang bertujuan untu meningkatkan massa tulang, konsumsi kalsium, vitamin D, hormon estrogen pengganti (untuk wanita), kalsitonin, kalsitriol dan sebagainya dengan anjuran dokter.

      Perbandingan kondisi tulang yang normal dengan osteoporosis
      Osteoporosis

        • Rheumatoid Arthritis. Rheumatoid arthritis adalah gangguan yang disebabkan oleh peradangan pada membran sinovial. Radang itu dapat meluas sampai ke kartilago artikular (kartilago yang melapisi perendian). Jika penyakit ini memburuk dapat menyebabkan kerusakan tulang, bahkan persendian dapat terlepas. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat, dan kerusakan yang dapat ditimbulkan bersifat permanen. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, dalam artian tidak dapat dikembalikan seperti sedia kala, pengobatan yang dilakukan biasanya cenderung untuk menghilangkan rasa sakit.

          Penderita Rheumatoid arthritis

          Penderita Rheumatoid arthritis

          • Kelainan Tulang Akibat Hormonal. Tulang tumbuh memanjang karena rangsangan dari hormon pertumbuhan seperti hormon tiroksin. Hormon Tiroksin akan merangsang metabolisme kalsium yang berakibat pada pertumbuhan memanjang ujung tulang pipa (epifiseal). Jika produsi hormon tersebut terganggu/kurang, maka akan memengaruhi pertumbuhan sehingga tulang tetap pendek. Keadaan ini menyebabkan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat atau kerdil. Kelainan ini juga disebut sebagai kretinisme. Jika produksi hormon berlebihan, pemanjangan tulang juga akan tidak normal, sehingga tulang lebih panjang dari sewajarnya. Pemanjangan tulang yang tidak normal ini menyebabkan pertumbuhan raksasa atau yang disebut juga dengan gigantisme. Kelainan tulang akibat hormonal sulit di atasai dan tidak dapat disembuhkan.


          Kretinisme
          Gigantisme
          • Patah Tulang (Fraktura). Retak atau patah tulang dapat terjadi karena suatu benturan atau tekanan yang terlalu keras, selain penyebab tersebut, patah tulang dapat juga terjadi akibat kecelakaan. Tulang yang retak atau patah dapat sembuh kembali, karena tulang dapat membentuk jaringan baru untuk memerbaiki jaringan yang telah rusak. Oleh karena itu, penderita patah tulang, terutama jika usianya masih muda akan lebih cepat sembuh kembali, tetapi jika sambungan tulang yang patah tersebut tidak baik, maka bentuknya juga akan menjadi tidak sempurna dan terlihat cacat. Perlu penanganan yang tepat agar tulang yang patah dapat tersambung kembali dengan baik.

          Tipe-tipe Patah Tulang (Fraktura)
          • Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah. Posisi duduk yang salah dapat mengakibatkan pertumbuhan posisi tulang seorang mengalami kelainan. Kelainan tulang ini dapat terjadi karena kebiasaan posisi duduk yang salah. Contoh kelainan tersebut yaitu kifosis, lordosis, dan skoliosis. Kifosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga tubuh menjadi bungkuk. Lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan, sehingga bagian perut menjadi maju. Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke arah samping, sehingga tubuh ikut menjadi melengkung ke samping. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara membenarkan sikap duduk yang benar, agar pertumbuhan dan bentuk tulang tetap baik dan teratur.
          Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah (Skoliosis, Kifosis, Lordosis
          Sumber: http://www.belajarbiologionlinemudah.com/2015/05/6contohpenyakitdankelainanpadasistemgerakdancaramengobatinya.html

          OTOT

          Otot

          Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
          Jump to navigationJump to search
          Otot lurik yang menempel pada rangka
          Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut.

          Jenis-jenis otot[sunting | sunting sumber]

          Sel otot merupakan sel dengan banyak nuklei yang terjadi karena proses fusi dari sel mioblas.[1]. Jenis-jenis otot yang ada dalam tubuh :

          Otot lurik[sunting | sunting sumber]

          Memiliki desain yang efektif untuk pergerakan yang spontan dan membutuhkan tenaga besar. Otot ini mudah lelah, yang disebabkan oleh penumpukan asam laktat pada sel-selnya. Pergerakan otot lurik berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak dan bersifat sadar (bukan refleks). Otot ini terdapat pada hampir keseluruhan tubuh bagian luar manusia dan hewan.
          Jenis-jenis otot dari kiri ke kanan : (1). Otot lurik (2). Otot polos (3). Otot jantung

          Otot polos[sunting | sunting sumber]

          Otot yang ditemukan dalam organ pencernaan dan pembuluh darah, bekerja dengan pengaturan dari sistem saraf tak sadar atau saraf otonom.[2] Otot polos dibentuk oleh sel-sel otot yang terbentuk dari gelendong dengan kedua ujung meruncing, serta mempunyai satu inti tunggal.

          Otot jantung[sunting | sunting sumber]

          Otot yang bekerja khusus untuk memompa darah pada jantung ini adalah jaringan otot yang sanggup berkontraksi secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat. Otot jantung dapat dipengaruhi oleh interaksi saraf simpatetik atau parasimpatetik yang memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung, namun tidak dapat mengontrolnya secara sadar.

          Efisiensi[sunting | sunting sumber]

          Persentase efisiensi kerja dari otot manusia adalah sekitar 18%-26%. Efisiensi didefinisikan sebagai rasio metabolisme, berdasarkan penggunaan oksigen.
          Sumber: ttps://id.wikipedia.org/wiki/Otot

          SENDI

          Sendi

          Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
          Jump to navigationJump to search
          Sendi merupakan perhubungan antartulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi). Sendi ada di manusia dan hewan.

          Komponen penunjang[sunting | sunting sumber]

          Beberapa omponen penunjang sendi:
          • Kapsula sendi adalah lapisan berserabut yang melapisi sendi. Di bagian dalamnya terdapat rongga.
          • Ligamen (ligamentum) adalh jaringan berbentuk pita yang
          tersusun dari serabut-serabut liat yang mengikat tulang satu dengan tulang lain pada sendi
          • Tulang rawan hialin (kartilago hialin) adalah jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang. Berguna untuk menjaga dari benturan.
          • Cairan sinovial adalah cairan pelumas pada kapsula sendi.

          Macam-macam persendian[sunting | sunting sumber]

          Ada berbagai macam tipe persendian:

          Sinartrosis[sunting | sunting sumber]

          Sinartrtosis adalah persendian yang tidak memperbolehkan pergerakan. Dapat dibedakan menjadi dua:
          • Sinartrosis sinfibrosis: sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contoh: persendian tulang tengkorak.
          • Sinartrosis sinkondrosis: sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh: hubungan antarsegmen pada tulang belakang.

          Diartrosis[sunting | sunting sumber]

          Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan. Dapat dikelempokkan menjadi:
          • Sendi Peluru : Sendi yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh: hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat, & ( tulang paha dengan gelang panggul )
          • Sendi Pelana : Sendi yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah. Contoh: hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.
          • Sendi Putar : Sendi yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi). Contoh: hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang I (atlas).
          • Sendi Luncur : Sendi yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar. Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.
          • Sendi Engsel : Sendi yang memungkinkan gerakan satu arah. Contoh: sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta.
          Mengenal Sendi
          Sistem muskuloskeletal pada manusia terdiri dari tulang, otot dan persendian (dibantu oleh tendon, ligamen dan tulang rawan). Sistem ini memungkinkan Anda untuk duduk, berdiri, berjalan atau melakukan kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai penunjang dan pembentuk tubuh, tulang juga berfungsi sebagai pelindung organ dalam. Tempat pertemuan 2 tulang adalah persendian, yang berperan dalam mempertahankan kelenturan kerangka tubuh. Tanpa persendian, Anda tidak mungkin bisa melakukan berbagai gerakan. Sedangkan yang berfungsi menarik tulang pada saat Anda bergerak adalah otot, yang merupakan jaringan elastik yang kuat.
          Ada 3 jenis persendian yang dibedakan berdasarkan jangkauan gerakan yang dimiliki:
          • Persendian Fibrosa, yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan, di mana letak tulang-tulangnya sangat berdekatan dan hanya dipisahkan oleh selapis jaringan ikat fibrosa, contohnya sutura di antara tulang-tulang tengkorak.
          • Persendian Kartilagenosa, yaitu persendian yang gerakannya terbatas, di mana tulang-tulangnya dihubungkan oleh tulang rawan hialin, contohnya tulang iga.
          • Persendian Sinovial, yaitu persendian yang gerakannya bebas, merupakan bagian terbesar dari persendian pada tubuh orang dewasa, contohnya sendi bahu dan panggul, sikut dan lutut, sendi pada tulang-tulang jari tangan dan kaki, pergelangan tangan dan kaki.

          Amfiartosis[sunting | sunting sumber]

          persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan
          • Sindesmosis: Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contoh:persendian antara fibula dan tibia.
          • Simfisis: Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperti cakram. Contoh: hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.
          Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sendi

          RANGKA

          Kerangka

          Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
          Jump to navigationJump to search
          Rangka merupakan sistem penyokong organisme. Sistem penyokong ini bertindak sebagai bingkai tubuh yang tegar. Biasanya rangka ini tersusun dari kalsium.
          Gerakan ialah kesanggupan bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Penyokong memainkan peranan utama dalam gerakan yang sempurna. Penyokong yang baik memungkinkan organisme bergerak dengan lebih lincah.

          Peranan rangka[sunting | sunting sumber]

          Peranan rangka antara lain:
          1. Memberi sokongan kepada organisme.
          2. Memungkinkan organisme bergerak.
          3. Memberi bentuk tubuh organisme.
          4. Memungkinkan organisme bergerak bebas untuk kemandiriannya.
          Kemandirian organisme ialah:
          1. Mencari makanan.
          2. Mencari pasangan.
          3. Mencari tempat perlindungan.
          4. Melarikan diri dari musuh.
          5. Melindungi diri dari pemangsa.

          Jenis-jenis rangka[sunting | sunting sumber]

          3 jenis rangka utama yaitu:
          • Rangka dalam
          • Rangka luar
          • Rangka hidrostatik

          Rangka dalam[sunting | sunting sumber]

          Tulang dan rawan terdapat di dalam badan organisme.
          Contoh organisme yang memiliki rangka dalam ialah:

          Rangka luar[sunting | sunting sumber]

          Eksoskeleton seekor semut
          Rangka ini merupakan rangka yang tegar terdapat di luar badan organisme. Tujuannya adalah agar semua rangka atau bagian keras yang terdapat di luar badan organisme yang bertujuan untuk menyokong, melindungi atau menjadi tempat perlekatan otot hewan. Organisme invertebrata selalu mempunyai rangka luar yang terbuat dari kitin atau kalsium.
          Hewan juga mengalami ekdisis, yakni proses ganti kulit. Hal ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan pergerakan dan pertumbuhan yang.
          Contoh organisme berangka luar ialah:
          • Udang – kulit udang tersusun dari kitin
          • Siput – cangkang siput terbuat dari kalsium
          • Ketam
          • Serangga

          Rangka hidrostatik[sunting | sunting sumber]

          Rangka ini merupakan tekanan cairan yang terdapat dalam suatu ruang yang dibalut oleh rangkaian otot dalam organisme tertentu.
          Contoh organisme yang mempunyai rangka hidrostatik ialah:
          • Ubur-ubur
          • Cacing tanah
          • Ulat bulu

          Kepentingan sistem rangka[sunting | sunting sumber]

          Kepentingan sistem rangka pada organisme ialah:
          • Sokongan
          • Gerakan
          • Bentuk badan
          • Pelekatan otot
          • Perlindungan
          • Respirasi
          • Pembentukan sel-sel darah
          • Penyimpanan nutrien tertentu

          Sokongan[sunting | sunting sumber]

          Sokongan ini memungkinkan hewan mengangkat tubuhnya dari tanah dengan bantuan otot. Sistem rangka ini juga memungkinkan beban berkurang dengan menerima hentakan atau beban saat bergerak.

          Gerakan[sunting | sunting sumber]

          Tulang yang terdapat di dalam badan organisme yaitu berangka dalam, seperti manusia, mempunyai sendi. Sendi ini berfungsi untuk melekatkan tulang-tulang ini supaya dapat bergerak tanpa terlepas dari tulang-tulang lainnya.
          Bila rangka luar bersendi, ini akan memungkinkannya bergerak.
          Berbeda dengan organisme berangka hidrostatik, organisme ini bergerak dengan pengawalan tekanan cairan badannya. Pengawalan ini memungkinkan otot-otot dalam badannya bergerak secara antagonis.
          Pergerakan antagonis ialah pergerakan serentak 2 otot yang menjalan satu fungsi yang sama. Contohnya, otot biceps brachii dan otot triceps brachii bertindak serentak untuk membengkokkan tangan dan meluruskan lengan.

          Bentuk badan[sunting | sunting sumber]

          Contohnya, organisme invertebrata hidrostatik memerlukan rangka hidrostatik untuk memberi bentuk dan ketegaran badan.
          Hal ini tidak terbatas pada organisme invertebrata saja. Organisme lain juga memerlukan sistem rangka untuk memberi bentuk badan.

          Pelekatan otot[sunting | sunting sumber]

          Rangka-rangka pada organisme merupakan tempat pelekatan otot organisme. Sistem rangka hidrostatik menyokong organisme dengan memungkinkan otot-otot dalam keadaan tegap.

          Perlindungan[sunting | sunting sumber]

          Badan organisme yang lembut dapat dilindungi oleh sistem rangka. Terdapat juga, organ-organ yang penting dan mudah cedera dapat dilindungi oleh rangka-rangka tertentu.
          Contoh organ ini adalah seperti paru-paru pada manusia yang dilindungi oleh tulang rusuk. Rangka luar yang keras seperti cangkang siput dapat melindungi siput.

          Respirasi[sunting | sunting sumber]

          Tulang rusuk merupakan rangka dalam, yang memungkinkan tekanan udara dalam paru-paru naik-turun. Hal ini memungkinkan hewan bernapas dan menghembuskannya keluar.

          Pembentukan sel-sel darah[sunting | sunting sumber]

          Dalam sistem rangka dalam, terdapat sumsum tulang yang merupakan tempat penghasilan eritrosit dan leukosit darah.

          Penyimpanan nutrien tertentu[sunting | sunting sumber]

          Tulang-tulang rangka dalam dan luar, terbuat dari kalsium dan fosfor. Dalam pada itu, rangka-rangka ini juga menyimpan kalsium dan fosfor.
          sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerangka

          LAPORAN PROJECT ROKET AIR

          ANGGOTA:    1.         Cholisa Citra Aiysah                     (07)    2.         Kurnia Gischa Tristiya                  (12) ...